Islam

Piknik

Ayah kami hafidzahullah, bercerita, beliau pernah ditegur keras dalam sebuah diskusi ringan tentang bacaan tasyahud (tahiyat) disela-sela acara konfrensi mahasiswa muslim eropa, di Nice, Perancis sekitar medio tahun 1984-1985an.

Yang menegur beliau seorang mahasiswa asal yaman, “jenggotan kayak kamu!”, tutur ayah kami memberikan detail 😀

Sang mahasiswa Yaman mengatakan, bacaan tasyahud dengan لله yg diakhirkan (attahiyyaatul mubaarokatu… hingga LILLAH) adalah bid’ah, tanpa dasar dan salah secara grammatical arab, katanya.. Beliau bilang, yg benar itu riwayat ibnu Mas’ud yg mendahulukan LILLAH diawal.

التحيات لله، والصلوات والطيبات، السلام عليك أيها النبي… إلخ

Ayah kami bilang, bacaan tasyahud versi ayah kami itu ada haditsnya juga, dishahihkan setidaknya oleh imam muslim dari ibnu Abbas. Secara grammatical, sebangun dengan ayat, misalnya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ ,وَالْأَرْضِ, وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ ,وَالنَّهَارِ,………… لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
(ali imran 190)

Tau apa yg dilontarkan selanjutnya?

Mahsiswa yaman ini menyangsikan ayah kami, seolah dengan ekspresi, “you are not even arabs!” 😀

Yasudah, ayah kami menuju rak buku dan cari-cari buku. Aha! Ada kitab al-majmu’ an-nawawi. Cari.. Cari.. Carii.. Ketemu! Diberikannya ke saudara kita dari Yaman tadi. Cetakan full arab, bukan terjemahan Perancis. Sang mahasiswa asal Yaman bolak-balik membaca literatur dalam hening, tanpa sepatah kata pun!

Setidaknya ada dua shock therapy bagi dia hari itu:
1. Hujjah dia dipatahkan oleh orang ‘ajam (non arab)

2. Gak nyangka, orang ‘ajam asal Tasikmalaya ini bisa baca kitab arab 😀
.
.
.
Tambahan:

Dalam subulus salam, syarah bulughul maram, dikisahkan imam syafi’i ditanya, mengapa memilih tasyahud ibnu abbas, padahal tasyahud ibnu mas’ud, sudah ma’ruf sejak dahulu diketahui “paling kuat” dengan banyaknya jalur yg meriwayatkan, (walaupun keduanya dishahihkan)?

Imam syafi’i rahimahullah menjawab, tasyahud versi ibnu abbas lebih luas maknanya (secara balaghah, lebih daleemm!)

Ternyata saudara kita dari Yaman itu hanya kurang piknik sedikit. Wallahu a’lam, mungkin hari ini beliau telah menjadi ‘alim di negerinya dan memberikan manfaat yg banyak bagi ummat. Rahmatallahu ‘alayhi wa aalihi..

Semoga menginspirasi kebaikan..
Walhamdulillah..

Oleh : Zulfikar Matin Effendi Hafidzahullah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s