Islam

Iman Silverqueen

Oleh : Ustadz Zulfikar Matin Effendi

Dahulu, kami katakan kepada anak-anak, “belajar utk ulangan besok yg bagus! Yg paling besar nilainya, dikasih coklat silverqueen yg besar!”

Janji seperti ini belum pernah mereka dengar sebelumnya. Diluar dugaan, mayoritas mereka menganggap janji ini hanya pemanis, tidak mungkin kami tunaikan. “Silverqueen besar” adalah angan2 yg tinggi bagi anak-anak kami disini,, hanya bisa lihat di iklan tv, dan katanya ada di rak-rak minimarket yg gak pernah mereka singgahi. Maka mayoritas mereka cuek bebek, gak mau belajar atau ngapalin. Toh TPA kami non-formal saja, mereka terbiasa tidak terikat apa-apa, selama ini.. Mau ngaji, dateng.. Lagi males, gak dateng.. 😀

Hingga tibalah hari ujian..

Diluar dugaan, hanya satu anak begitu yakin ttg janji kami. Dia mengerjakan ujian hari itu dengan sempurna, nilainya yg terbaik dari kawan-kawannya. Selesai ujian 30 menit, diperiksa, diumumkanlah urutan nilai satu kelas.

Semua masih biasa saja, sampai kami mengeluarkan sebilah silverqueen besar dari ransel kami. Menelan ludahlah kebanyakan mereka, sesal diwajahnya gak mampu ditutupi.. Mereka anak-anak saja, bening sekali 🙂

Si anak yg percaya ttg janji silverqueen, melonjak gembira, payahnya berbayar atas janji diawal minggu. Dia bergoyang spontan, gembira.. Haha 😀 Satu diantara kawannya ada yg begitu envy, matanya mulai berkaca, menyesal.. Mungkin dalam benaknya, “andaikan aku kemarin berbuat sesuatu utk diriku hari ini..”

Mereka anak-anak kita, sebetulnya scale down cerminan org dewasanya..

Allah menjanjikan balasan yg lebih baik daripada “dunia dan seisinya” bagi yg berjamaah 2 rakaat subuh di masjid..

Allah menjanjikan pahala “shalat setengah malam (6 jam)” bagi yg berjamaah shalat isya..

Allah menjanjikan “kelapangan” bagi yg menjaga jamaah shalat ashar..

Allah menjanjikan “rezeki” yg seandainya manusia tau, mereka akan merangkak ke masjid utk setiap shalat! Utk berjamaah!

Tapi,

Janji Allah itu gak kita lihat dengan mata.. Kadang yg gak terlihat, kebanyakan kita gak iman. Maka menyesallah ketika ruh sudah ditenggorokan, dan Allah tampakkan balasan-balasan kebaikan: “andaikan lebih banyak aku beramal kemarin-kemarin…”

Namun saat itu sia-sia sudah..

Pupuklah iman, menjadi yaqin. Sebelum penyesalan diawal perjalanan panjang: ternyata kita gak cukup bekal..

Barakallahufiikum..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s