Indonesia · Sepakbola

Penyerang Tengah Stylish Garuda

Sumber Foto : bola.com

Dalam sepakbola, mencetak lebih banyak gol akan membuat seorang pemain menjadi lebih populer dari yang lainnya begitu juga di Indonesia, Egy Maulana Vikri yang mencetak lebih banyak gol dari pemain lainnya membuat doi lebih populer dari semua punggawa Garuda Muda u19. Padahal setelah saya amati, ada satu pemain yang juga perlu polesan serius karena menurut saya ia punya potensi sebagai penyerang mematikan.

Siapa dia?

Profil : Hanis Saghara Putra dari tirto.id

Sebagai orang yang hobi mengamati segala hal berbau sepakbola termasuk sepakbola tanah air, saya takjub saat mengamati kiprah bocah yang satu ini. Namanya, Hanis Saghara Putra, pesepakbola kelahiran Bojonegoro (Jawa Timur) tanggal 8 September 1999 silam ini punya bakat menjanjikan sebagai seorang penyerang. Bukan persoalan jumlah gol nya yang kalah banyak dari Egy Maulana Vikri, saya melihat aspek skill dasar si Hanis ini memang oke punya.

Lihat pula pendapat AFC yang merupakan induk organisasi sepakbola kawasan Asia pada berita disini.

Egy yang saya akui punya skill mewah untuk ukuran Asia, terlihat lebih versatile kalo kita mau bicara posisi bermain. Egy menurut saya bisa dibilang sama dengan Leo Messi ketika bicara posisi bermain, ia akan bermain sama baiknya ketika ditempatkan pada semua sisi lini depan (tengah, kanan dan kiri). Sementara Hanis, menurut saya punya karakter sebagai penyerang murni (tengah) atau bisa disebut “si nomor 9”.

Coba anda putar kembali (cek di youtube), ketika Timnas u19 takluk dari Tim Skotlandia U20 1-2 di Tolon, Prancis. Saat itu Hanis mencetak satu-satunya gol untuk tim besutan Indra Sjafrie, gol itu dibuat Hanis dengan composure yang diatas rata-rata pemain Indonesia. Ciri khas pemain-pemain pilihan coach Indra memang dikenal memiliki composure yang baik saat olah bola dan melakukan finishing. Evan Dimas, Septian David, Paulo Sitanggang, dan Egy contohnya.

Kembali ke gol, Hanis berhasil memanfaatkan kesalahan pemain belakang Skotlandia dan mengonversikannya menjadi gol cantik. Kontrol bola yang buruk pemain belakang Skotlandia membuat bola jatuh ke kaki Hanis, lalu ia mengelabui pemain tersebut dan menutup aksinya dengan tendangan keras datar ke tiang jauh.

Dipertandingan lain (youtube, youtube) saat Indonesia membantai Myanmar 7-1, dimana Hanis mencetak brace saat bermain sebagai pemain pengganti. Dua gol yang ia buat pada pertandingan itu membuat saya menilai Hanis dimasa datang bisa saja menjadi striker yang mematikan.

Gol pertama, menunjukan ia punya penempatan posisi yang bagus sebagai seorang penyerang. Saat itu counter attack bola digiring oleh M. Iqbal dari sisi kiri lapangan, tiga bek Myanmar mengikuti turun mundur ke belakang karena di sisi kanan Egy juga merangsek naik sampai memasuki kotak penalti. Namun positioning Hanis yang ikut merangsek ke depan namun tidak masuk terlalu dalam ke kotak penalti lawan membuat Iqbal menyodorkan umpan cutback kepada Hanis, ia pun menyelesaikan umpan manis tersebut dengan tendangan placing yang tidak dapat dihalau kiper lawan.

Gol kedua, memanfaatkan umpan chop membelah pertahanan lawan dari lini tengah, Hanis berhasil menyelinap lepas dari pengamatan para pemain belakang lawan, bola yang masih di udara setelah memantul ia kontrol dengan kepala dilanjutkan dengan tendangan keras ke tiang jauh yang tidak dapat dijangkau kiper lawan.

Selain gol-gol tersebut, saya melihat skill kontrol bola pemain muda kita ini amat menjanjikan. Jujur saja, di era saya nonton bola belum pernah saya melihat striker asli Indonesia yang seperti ini, permainannya begitu classy dan stylish.

Bukankah saat ini kita kehabisan stok penyerang murni untuk Timnas Garuda? Setelah habisnya masa bakti Kurniawan Dwi Yulianto, Widodo Cahyono Putro, Ilham Jayakesuma, Zaenal Arief dan Bambang Pamungkas saat ini praktis kita hanya punya Boaz Salossa saat ini usianya sudah 31 tahun. Sampai-sampai PSSI mengambil kebijakan instan dengan menaturalisasi Christian Gonzales (Uruguay), Sergio Van Dijk (Belanda), Greg Nwokolo (Nigeria) untuk memperkuat lini depan Tim Garuda. Tak lupa pula PSSI mengundang pulang penyerang berdarah Indonesia Irfan Harrys Bachdim.

Sebagai pencinta sepakbola tanah air, saya berharap pemain ini (Hanis) mendapatkan pembinaan yang serius dari insan sepakbola nasional. Jika hal itu berhasil dilakukan, saya jamin dimasa yang akan datang Hanis Saghara Putra akan menjadi penyerang andalan Timnas Garuda dan menjadi momok bagi pertahanan siapapun yang menjadi lawan Timnas Garuda dimasa yang akan datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s