Dunia · Internasional · Sepakbola · Terkini

Membanding Kegaduhan Yang ditimbulkan Setnov dan Ventura

Kegaduhan barangkali bisa saya bilang demikian setelah apa yang terjadi bagi Indonesia dan Italia. Kegaduhan di Indonesia adalah dimana tersangka mega korupsi E-KTP (KTP Elektronik) berkali-kali mangkir dari jerat pemeriksaan dengan berbagai macam alasan yang lumayan lucu-lucu, sementara di Italia kegaduhan timbul akibat Tim Nasional Sepakbola mereka gagal lolos ke perhelatan akbar Piala Dunia Sepakbola 2018 untuk kali pertama sejak tahun 1958.

Nama Setya Novanto (Setnov) yang merupakan Ketua DPR-RI menyeruak ke permukaan setelah untuk kali kedua ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi E-KTP. Sementara Gian Piero Ventura muncul sebagai pesakitan di Italia, Ventura yang merupakan pelatih kepala Timnas Italia dianggap paling bertanggung jawab atas gagalnya Italia melaju ke ajang Piala Dunia 2018 di Russia.

“Pejabat yang korup merupakan makanan pokok bagi rakyat Indonesia”

Pemandangan dimana pejabat negara yang terjerat kasus korupsi memang sudah menjadi “makanan pokok” bagi Rakyat Indonesia, dimana Setnov adalah merupakan pejabat kesekian ratus yang terjerat kasus korupsi. Kasus yang menjeratnya ini nampaknya bisa menjadi kasus paling akbar yang pernah menimpa pejabat negara, bahkan disini semua sepakat menyebut kasusnya sebagai “Mega Korupsi”.

Niat luhur pemerintah yang ingin memperbaiki kualitas data kependudukan secara nasional yang memang carut-marut sejak sekian lama, malah jadi menghebohkan seperti ini, alih-alih ingin memperbaiki data kependudukan di negara ini dengan melakukan migrasi dari KTP biasa menjadi E-KTP, eh bangsa ini malah kejebak perangkap tikus-tikus rakus yang masih saja hobi nyolong duit rakyat.

Walhasil, akibat anggaran yang dicatut oleh tikus-tikus rakus hingga hari ini banyak masyarakat yang hanya megang “Suket” sebagai KTP sementara karena ketiadaan stok E-KTP yang dijanjikan pemerintah. Bahkan ga sedikit juga yang megang E-KTP jadi-jadian, namanya doang E-KTP tapi sebenarnya ga ada bedanya sama KTP yang dulu. Hal ini pernah disindir Pakde Jokowi (Presiden RI) dalam pernyataan yang pernah beliau sampaikan.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh KPK, akhirnya lembaga pemberantasan korupsi ini menetapkan nama-nama tersangka yang diduga terlibat kasus mega korupsi ini. Setnov menjadi salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka, beliau adalah ketua dari wakil kita (rakyat) alias Ketua DPR-RI dan merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

Dua kali sudah beliau ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dipenetapan yang pertama Setnov beberapa kali mangkir dari panggilan untuk menjalani pemeriksaan. Beliau sempat jatuh sakit yang katanya sakit parah hingga masuk Rumah Sakit, sembari mengajukan Pra Peradilan.

Hasilnya, Setnov menang di Pra Peradilan karena Hakim menyatakan penetapan Setnov sebagai tersangka tidak sah, beliau pun bebas. Nggak lama kemudian beliau sehat dan dibolehkan pulang, beliau pun kembali ke panggung politik negara ini. Tim Dokter yang merawatnya pun dipuji satir dan sarkas oleh para Netizen, dengan melempar pertanyaan terkait obat dan perawatan apa yang diberikan Tim Dokter sehingga Setnov bisa selamat dari sakit komplikasi yang parah itu. Orang sekelas Wapres Jusuf Kalla (JK) pun sampai menyarankan kepada Tim Dokter agar mengadakan konfrensi pers untuk menerangkan kepada rakyat Indonesia.

Setnov sempat menggebrak jagat hiburan eh jagat politik Indonesia dengan mempolisikan beberapa akun sosmed yang dianggap mencemarkan nama baiknya. Perlu diketahui selama Setnov jatuh sakit setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka, lalu sehat setelah dinyatakan bebas dalam sidang Pra Peradilan para Netizen ramai-ramai tertawa akibat meme-meme lucu terkait Setnov berseliweran dijagat maya. Saya sampai ikutan sign petisi meminta Mabes Polri mencabut penetapan tersangka pemilik akun penyebar meme yang diperkarakan, karena saya heran sejak kapan komedi satir dalam bentuk meme adalah termasuk tindakan kriminal?

Singkat cerita, KPK tetap bersikukuh kembali menetapkan Setnov untuk kali kedua sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi E-KTP. Alih-alih beritikad baik menghadiri panggilan KPK, Setnov malah bikin heboh lagi. Setnov (sempat) pergi menghilang saat KPK melakukan penggeledahan dikediamannya. Menjadi heboh karena menghilangnya beliau tidak ketahui kemana?, meme-meme dan tagar-tagar satir pun kembali berseliweran dijagat sosmed. Salah satu tagar yang sempat trending adalah #IndonesiaMencariPapa.

Hingga akhirnya disaat kita semua membawa lelah menuju perjalanan pulang ke rumah untuk beristirahat setelah seharian beraktifitas, Setnov kembali muncul dengan cara yang lagi-lagi menghebohkan. Beliau mengalami kecelakaan dalam perjalanan (katanya) menuju KPK. Mobil Fortuner hitam yang beliau tumpangi menabrak tiang listrik, beliau pun mengalami benjol segede bakpau (katanya) dan luka memar pada beberapa bagian tubuhnya, kini kembali masuk RS untuk menjalani perawatan. Tagar #SaveTiangListrik pun saya lihat mulai bermunculan dijagat sosmed.

“Apa jadinya Piala Dunia Sepakbola tanpa kehadiran Italia?”

Beda dengan Setnov, Mr Ventura menghadirkan kegaduhan bagi negaranya Italia bukan dengan kasus korupsi. Ventura yang berprofesi sebagai pelatih Sepakbola, sejak 2016 ini dipercaya FIGC (PSSI nya Italia) untuk menukangi Timnas Senior Sepakbola negaranya. Di awal penunjukannya kegaduhan mulai timbul, publik Italia bahkan fans Italia di negara lain (termasuk saya) menyangsikan kualitas Ventura. Bukan apa-apa, Ventura selama karir kepelatihannya belum pernah menangain Tim Besar, karirnya cuma keluar masuk tim-tim medioker di Italia.

Alasan FIGC waktu itu sederhana, Ventura punya kelebihan dalam memberi kesempatan lebih kepada pemain-pemain muda untuk menambah jam terbang. Sedikit masuk akal karena beberapa tahun belakangan ini Italia banyak memunculkan pemain muda berpotensi, imbas dari kurang diliriknya Liga Italia Serie A oleh pemain-pemain kelas wahid dunia.

Ventura kala itu ditunjuk untuk menggantikan Pelatih sebelumnya yang mengundurkan diri yakni Antonio Conte (kini pelatih Chelsea), setelah dianggap mampu membawa Torino tampil lumayan apik dipentas Serie A. Kegaduhan pun timbul, karena publik Italia mempertanyakan keputusan FIGC tersebut. Bukan apa-apa, Italia termasuk negara asal dari lahirnya pelatih-pelatih mentereng bahkan hingga hari ini.

Namun FIGC tetap percaya bahwa Ventura mampu mebawa Italia berprestasi dan melakukan regenerasi skuad utama dengan pemain-pemain muda. Namun sayang hasil dilapangan berkata lain, Ventura gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya sejak tahun 1958.

Suatu peristiwa yang ngga bisa di anggap enteng bagi publik Italia, bukan apa-apa, karena dalam urusan olahraga sepakbola Italia termasuk negara yang disegani. Titel Piala Dunia sudah mereka rengkuh sebanyak 4 kali (1934, 1938, 1982 dan 2006) sama dengan Jerman (1954, 1974, 1990 dan 2014), hanya kalah dari Brasil sebanyak 5 kali (1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002) dan lebih banyak dari Argentina (1978 dan 1986), Uruguay (1930 dan 1950), Inggris (hanya 1966), Prancis (1998) lalu Spanyol (2010). Piala Dunia tanpa Italia bagaikan sayur tanpa garam, dan itulah yang terjadi kini.

Kegaduhan di Italia kabarnya berujung pada pemecatan Ventura, setelah banyaknya desakan dari publik, kabar teranyar FIGC sudah mengkonfirmasi bahwa Ventura tidak akan menangani tim lagi dan sedang dicarikan penggantinya. Lalu bagaimana dengan Setnov? Apakah publik bisa memberhentikan beliau sebagai Ketua DPR?

Untuk saat ini mari kita doakan Setnov segera pulih dan mampu melanjutkan urusannya dengan rakyat melalui KPK, walaupun saya yakin jikalaupun terbukti bersalah hukumannya ga akan berat-berat banget. Maklum saja berkali-kali saya menyaksikan pelaku korupsi mendapatkan hukuman yang kurang setimpal, sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi calon pelaku-pelaku lainnya. Semoga aja ada yang berani mendorong perubahan UU agar pelaku koruptor bisa di hukum mati saja hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s