Anak dan Istri · Islam

Hubungan intim di malam jum’at?

Oleh: Ustadz Ramdani Dani Hafidzahullah

Sudah menjadi kebiasaan sebagaian masyarakat bahwa disunnahkan atau dianjurkan bagi suami istri untuk melakukan hubungan intim (sunnah rasul) setiap malam jum’at.
Apakah terdapat hadis Rasulullah shalallahu alahi wasallam yang menjelaskan anjuran itu?

Terdapat sebuah hadis yang mengisyaratkan anjuran hubungan intim di malam jumat,
Dari Aus bin Abi Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من اغتسل يوم الجمعة وغسّل وغدا وابتكر ومشى ولم يركب ودنا من الإمام وأنصت ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة

“Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan, dia berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khotbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, serta berkonsentrasi mendengarkan khotbah maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-bani)

Disebutkan dalam Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud, bahwa ada sebagian ulama yang mengartikan kata “memandikan” dengan ‘menggauli istri’, karena ketika seorang suami melakukan hubungan intim dengan istri, berarti, dia memandikan istrinya. Dengan melakukan hal ini sebelum berangkat shalat Jumat, seorang suami akan lebih bisa menekan syahwatnya dan menahan pandangannya ketika menuju masjid. (Lihat Aunul Ma’bud, 2:8)

Jika kita menganggap pendapat ini adalah pendapat yang kuat maka anjuran melakukan hubungan intim di hari Jumat seharusnya dilakukan sebelum berangkat shalat Jumat di siang hari, bukan di malam Jumat, karena batas awal waktu mandi untuk shalat Jumat adalah setelah terbit fajar hari Jumat.
Read more: konsultasisyariah.com

Kesimpulan:
Bahwa anggapan hubungan intim di malam jum’at adalah sunnah rasul maka itu tidak benar.
Lantas apakah dilarang hubungan intim dimalam jum’at? Jawabnya tentu tidak.
Selamat malam jum’at, semoga barokah dan jangan lupa membaca surat alkahfi.

Tambahan dari Ustadz Zulfikar Matin Effendi Hafidzahullah

Kalau melihat isyaratnya, tersirat anjurannya dipagi hari sebelum pergi jumatan, bukan malam jum’atnya.

Bolehlah habis subuh, sebelum antum pergi ngantor, agar membantu menundukkan pandangan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s