Islam

Zakariya dan Doanya

Oleh: Ustadz Zulfikar Matin Effendi

Masyhur, Allah memuji hambaNya, Zakariya ‘alayhissalam dalam alquran, seorang nabi mulia dari keturunan Ya’qub (israil) ‘alayhimussalam. Allah ‘azza wajalla mengingatkan kisah Zakariya ketika ia senantiasa berdoa dengan suara yg lembut —dikala manusia lain terlelap— dengan harap-harap cemas… Senantiasa berdoa sejak waktu yg lama.

Berdoa Zakariya,

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

… “Ya Rabbii, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا

Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu,”

Zakariya ‘alayhissalam, sepenuhnya menyadari bahwa ia telah renta, lemah, dan penuh uban…tua. Bahkan dia sepenuhnya menyadari bahwa istrinya (yg sama tuanya) pun telah mandul!

Namun, apa kalimat luar biasa yg keluar dari lisan Zakariya’ alayhissalam?

وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا
“Dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu.. ”

Kata ibnu katsir dalam tafsirnya,
ولم أعهد منك إلا الإجابة في الدعاء،،
ولم تردني قط فيما سألتك…
“dan tidaklah aku memiliki sangkaan kepada-Mu, kecuali pengabulan dalam doa..
dan tidak pernah Engkau tak menjawab ketika aku meminta pada-Mu”

Subhanallah!
Dalam kondisi ‘hissi’ (logis) yg “impossible” untuk memiliki keturunan, nabi Zakariya tidak pernah kehilangan harapan untuk berdoa kepada Rabbnya, bahkan senantiasa hanya berprasangka baik saja..

Maka Allah jalla jalaaluhu dengan rahman rahimNya menjawab doa Zakariya.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

(Allah berfirman), “Wahai Zakariya! Sesungguhnya Kami memberimu kabar gembira dengan seorang anak laki-laki bernama Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

Maka Zakariya ‘alayhissalam takjub!
Ketika akhirnya doanya terjawab. Maka ia bersukacita dengan sukacita yg amat sangat. Hingga Zakariya mempertanyakan kaifiyat dari maksud غلام dalam berita gembira tersebut, apakah benar-benar “anak” dari keturunannya seperti yg ia minta? Atau ada makna غلام lainnya? Sehingga Zakariya bertanya, memastikan:

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

Dia (Zakariya) berkata, “Ya Rabbii, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”

Allah menjawab:

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

,,, “Demikianlah (seperti yg kau maksudkan!).”
Tuhanmu berfirman, “Hal itu teramat mudah bagi-Ku! sungguh, engkau pun (dahulu) telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (saat itu) engkau pun belum berwujud sama sekali..”

Tengok,,

Zakariya ‘alayhissalam benar-benar mengajarkan kepada kita, artian kalimat “never lose hope!” Dia hanya memiliki sangkaan yg baik tentang Rabbnya,, tak ada yg lain!

Bagaimana dengan kita?

Semoga kita dimudahkan menjadi hamba Allah yg senantiasa sadar betapa butuhnya kita akan karunia dan rahmat-Nya.

Jangan lupa, perbanyak berdoa di hari Jum’at. Ada saat-saat ijabah di hari yg mulia ini..

Walhamdulillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s