Islam

Kotor, Najis dan Hadats

Oleh: Ustadz Zulfikar Matin Effendi Hafidzahullah

Tergelitik ingin menulis ringan saja, tentang tiga term dasar diatas, yg aplikasinya di lapangan, masih banyak saudara-saudara kita yg gagal paham. Tentu sumbernya dari keraguan, yg memang terbit dari ketidak tahuan.

Secara sederhana, ‘Kotor’ itu bukan selalunya ‘najis’. Banyak diantara kita yg sengaja menunda shalat, dengan alasan “nanggung kotor, biar nanti sekalian bebersih”. Padahal kotor itu sekedar ‘tidak bersih,’ dan tidak selalu najis. Karena yg najis pun justru banyak yg ‘bersih.’

Kita sedang berkutat dengan cement dan lumpur, misalnya, normal diketahui itu “kotor”. Tapi cement dan lumpur bukan barang yg sifatnya najis. Dahulu, jika ada job cement yg diperkirakan akan melewati satu-dua waktu shalat, saya akan memastikan memiliki wudhu sebelum memulai job, dan menjaganya. Maka dimulai dari mixing, pumping, dan ditengah job waktu shalat tiba, bisa langsung shalat, walaupun baju berlumur cement dan lumpur.

Sebaliknya, najis tidak selalu terlihat kotor. Contoh, extracted gelatine dari babi, luar biasa “bersih” kalau gak dibilang bening.

Demikian juga tentang ‘hadats’ dan ‘najis’. Menginjak kotoran manusia setelah berwudhu, tidak membatalkan wudhunya. Karena yg diinjak adalah ‘najis’, bukan pembatal wudhu, atau disebut ‘hadats’. Maka wajib menghilangkan najisnya saja, dengan cara dicuci. Adapun wudhunya masih utuh.

Hadats ada yg gak najis? Ada. Tuh angin kentut, walhamdulillah gak najis. Coba kalau angin kentut itu najis, berabe.. Atau tidur berbaring dengan lelap, itu juga hadats, membatalkan wudhu, tapi ‘tidur pulas’ tentu saja bukan najis.

Karena saya menemui seorang bapak yg balik lagi ke rumahnya dalam perjalanan ke masjid, setelah kain sarungnya terciprat genangan hujan oleh mobil yg melintas. Beliau menggerutu, katanya sarungnya jadi najis. Padahal genangannya saja jernih, karena hujan yg masih berlangsung. Dan disekitar genangan tidak terlihat sumber-sumber najis.

Atau seorang kawan, mengulang wudhunya karena kulit kakinya menginjak bangkai tikus. Padahal bangkai tikus itu najis, bukan hadats.

Atau kebanyakan kita yg sanggup menunda shalat, dengan alasan “pakaian kotor”..padahal tidak najis.

Wallahu a’lam..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s